SMBC Indonesia Tech Connect, Peranan AI dalam Industri Keuangan

SMBC Indonesia Tech Connect, Peranan AI dalam Industri Keuangan

Jejak Waktu — (SMBC Indonesia) kembali mendorong pemahaman industri akan inovasi-inovasi teknologi yang kian memengaruhi sektor keuangan melalui SMBC Indonesia Tech Connect. Forum ini membahas perkembangan dan peran teknologi terkini, khususnya AI dalam industri keuangan dan pengalaman nasabah.

“Jenius, perbankan digital dari SMBC Indonesia, berkomitmen untuk membantu masyarakat digital savvy untuk mengelola keuangan dengan lebih mudah, cerdas, dan aman,” ucap Irwan Tisnabudi, Head of Digital Banking SMBC Indonesia, dalam siaran pers, Selasa (25/11/2025) kemarin.

Beberapa contoh dari implementasi teknologi terkini dari Jenius dalam memberikan pengalaman perbankan yang terbaik. Seperti penerapan Liveness Biometric dan Device Intelligence sebagai bagian dari Know Your Customer (KYC); penggunaan Chatbot dengan integrasi teknologi dan manusia untuk pengalaman yang lebih dekat dan cepat; serta Marketing Automation untuk memberikan pendekatan melalui pemasaran yang lebih relevan dan personal bagi pengguna Jenius.

SMBC Indonesia baru-baru ini menyelenggarakan Tech Connect, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan pakar teknologi, eksekutif perbankan, dan inovator startup dalam satu forum. Acara ini menyoroti peranan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dalam mentransformasi industri keuangan di Indonesia. Selain sesi diskusi, Tech Connect menghadirkan demo solusi digital dan pemaparan riset terkini terkait penerapan AI dalam sektor perbankan, investasi, dan manajemen risiko.

Dalam sesi pembukaan, perwakilan SMBC Indonesia menekankan bahwa AI bukan lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan strategis bagi industri keuangan. AI membantu bank meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan menghadirkan layanan personalisasi bagi nasabah. Misalnya, algoritma AI dapat memprediksi pola perilaku nasabah, mendeteksi potensi kredit macet, atau memberikan rekomendasi investasi yang sesuai dengan profil risiko individu.

Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan AI untuk pengalaman nasabah yang lebih baik. Chatbot cerdas, asisten virtual, dan sistem analitik prediktif memungkinkan interaksi yang lebih responsif dan personal. Dengan teknologi ini, nasabah dapat melakukan konsultasi keuangan, memantau portofolio, atau memperoleh saran keuangan kapan saja tanpa harus menunggu interaksi tatap muka. Hal ini juga membantu bank mengurangi beban kerja staf untuk tugas-tugas rutin dan berulang.

Selain layanan, AI juga berperan penting dalam meningkatkan keamanan transaksi. Sistem AI dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time, memprediksi pola penipuan, dan mengidentifikasi anomali dalam transaksi nasabah. Dalam Tech Connect, SMBC Indonesia menekankan bahwa AI bukan menggantikan peran manusia, tetapi menjadi alat bantu yang meningkatkan akurasi dan respons cepat dalam mengantisipasi risiko keamanan digital.

Baca juga : Bahlil Ungkap Arah Prabowo soal Bandara IMIP Tegakkan Aturan Tak Pandang Bulu

AI juga digunakan untuk memaksimalkan efisiensi internal. Analitik berbasis AI membantu manajemen menilai risiko kredit, memproyeksi tren pasar, dan mengoptimalkan alokasi modal. Dengan teknologi ini, keputusan strategis dapat dibuat lebih cepat dan berbasis data, mengurangi ketergantungan pada estimasi manual yang rawan kesalahan. Hal ini menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang cepat berubah di pasar global maupun domestik.

SMBC Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi antara bank, startup, dan perusahaan teknologi. Tech Connect menjadi platform untuk membangun sinergi, di mana inovasi fintech dapat diintegrasikan dengan layanan perbankan tradisional. Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan solusi baru seperti pembayaran digital, manajemen keuangan berbasis AI, dan analitik risiko portofolio yang lebih akurat.

Meskipun banyak manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan. Data nasabah harus dijaga privasinya, sistem AI memerlukan pengawasan, dan keputusan yang dihasilkan harus transparan. Dalam acara ini, SMBC Indonesia menekankan pentingnya regulasi yang memadai, kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data, dan pengembangan AI yang etis untuk memastikan kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Peranan AI dalam jangka panjang diprediksi akan semakin signifikan. Bank-bank yang berhasil mengintegrasikan AI ke dalam model bisnis akan memiliki keunggulan kompetitif, mampu menawarkan layanan lebih personal, dan lebih tanggap terhadap perubahan pasar. Selain itu, adopsi AI dapat mendorong inklusi keuangan, dengan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani.

SMBC Indonesia juga menyoroti kebutuhan pengembangan talenta digital. Kompetensi dalam AI, analitik data, dan teknologi finansial menjadi kunci untuk mendukung transformasi industri. Tech Connect menghadirkan workshop, pelatihan, dan sesi mentoring bagi karyawan dan mitra, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal dan mempersiapkan generasi profesional keuangan yang adaptif di era digital.

Tech Connect SMBC Indonesia menunjukkan bahwa AI bukan sekadar alat pendukung, melainkan pilar strategis bagi industri keuangan. Dari peningkatan layanan nasabah, deteksi risiko, efisiensi operasional, hingga kolaborasi dengan ekosistem fintech, AI menawarkan transformasi menyeluruh yang menguntungkan bank dan nasabah. Dengan penerapan yang etis dan pengembangan talenta digital, masa depan perbankan Indonesia diprediksi akan semakin canggih, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.