Konglomerat TP Rachmat Tiba-Tiba Aktif Lego Jumbo Saham ESSA Maret 2026

Konglomerat TP Rachmat Tiba-Tiba Aktif Lego Jumbo Saham ESSA Maret 2026

Jejak Waktu – Pasar modal Indonesia dikejutkan oleh pergerakan strategis salah satu tokoh bisnis paling disegani di tanah air, Theodore Permadi Rachmat, atau yang akrab disapa TP Rachmat. Pendiri Grup Triputra ini terpantau aktif melakukan aksi jual (divestasi) saham dalam jumlah cukup signifikan pada emiten energi PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA). Langkah yang dilakukan di tengah fluktuasi indeks sektoral energi ini memancing perhatian para pelaku pasar dan analis mengenai arah strategi investasi sang taipan.

Konglomerat TP Rachmat Tiba-Tiba Aktif Lego Jumbo Saham ESSA Maret 2026

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Maret 2026, TP Rachmat tercatat melakukan serangkaian transaksi penjualan saham ESSA pada tanggal 5 Maret 2026. Total saham yang dilepas mencapai 42,23 juta lembar saham. Transaksi ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tujuh kali transaksi dengan rentang harga pelaksanaan antara Rp765 hingga Rp795 per saham.

Dari aksi korporasi tersebut, mantan bos Astra International ini diperkirakan berhasil mengantongi dana segar atau cuan sebesar Rp32,96 miliar. Penjualan ini secara otomatis menggerus porsi kepemilikan langsungnya di ESSA dari yang semula 1,22 miliar lembar saham (setara 7,11%) menjadi 1,18 miliar lembar saham atau sekitar 6,86%.

Strategi Divestasi Murni Profit Taking

Banyak analis menilai bahwa langkah “lego” jumbo ini merupakan bentuk realisasi keuntungan atau profit taking. Mengingat kinerja saham ESSA yang sempat menunjukkan tren positif dalam sebulan terakhir—dengan kenaikan mencapai lebih dari 20%—wajar jika investor kelas kakap mulai mengamankan sebagian portofolionya.

Dalam keterangan resminya, tujuan transaksi tersebut disebutkan secara lugas sebagai divestasi. Meskipun kepemilikannya berkurang, TP Rachmat masih tetap menjadi salah satu pemegang saham utama di perusahaan yang berfokus pada produksi amonia dan pengolahan LPG tersebut, berdampingan dengan nama besar lainnya seperti Garibaldi “Boy” Thohir.

Dinamika Sektor Energi dan Pengaruhnya

Aksi jual yang dilakukan TP Rachmat terjadi di tengah kondisi pasar yang sedang dinamis. Di satu sisi, industri amonia dan gas sedang mendapatkan sorotan positif karena peran strategisnya dalam transisi energi hijau. Namun, di sisi lain, volatilitas harga komoditas global dan ketidakpastian geopolitik di awal tahun 2026 memberikan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Keputusan TP Rachmat untuk mengurangi porsi kepemilikan sering kali dianggap sebagai sinyal oleh pasar. Namun, mengingat angka yang dijual hanya sekitar 0,25% dari total seluruh saham ESSA, fundamental perusahaan diyakini masih tetap solid. ESSA tetap dipandang memiliki prospek jangka panjang yang menarik, terutama dengan rencana ekspansi mereka di bidang Blue Ammonia.

Kesimpulan bagi Investor Ritel

Aksi jual jumbo oleh “Insider” atau pemegang saham pengendali seperti TP Rachmat memang patut dicermati, namun tidak perlu direspons secara panik. Bagi investor ritel, langkah ini lebih terlihat sebagai manajemen portofolio rutin daripada hilangnya kepercayaan terhadap perusahaan. Dengan kepemilikan yang masih tersisa di atas 6%, TP Rachmat jelas masih memiliki kepentingan besar terhadap masa depan ESSA Industries Indonesia.

Pelaku pasar kini menanti apakah aksi jual ini akan berlanjut atau justru menjadi titik keseimbangan baru bagi harga saham ESSA di lantai bursa dalam pekan-pekan mendatang.