Jejak Waktu — Menjelang digelarnya acara tahunan Reuni Akbar 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa (2/12/2025) sore hingga malam hari, aparat keamanan meningkatkan kesiagaan secara signifikan. Total 2.511 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pengerahan personel dalam jumlah besar ini merupakan langkah preventif terpadu guna mengantisipasi membludaknya massa dari berbagai daerah, yang diperkirakan mencapai belasan ribu peserta. Keterlibatan tiga pilar pengamanan—TNI, Polri, dan Pemprov DKI—menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam mengelola potensi keramaian dan dinamika yang mungkin terjadi di lokasi sentral Ibu Kota.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, memastikan bahwa pengamanan akan mengedepankan pendekatan yang humanis dan profesional. Ia secara tegas menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk tidak dibekali senjata api.
“Pendekatan kami adalah pelayanan, preemtif-preventif, dan humanis. Personel tidak dibekali senpi (senjata api),” ujar Kombes Susatyo, menekankan fokus pada ketertiban sipil dan interaksi yang damai.
Fokus Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas di Tiga Ring
Strategi pengamanan dibagi menjadi beberapa ring untuk memastikan semua aspek, mulai dari lokasi acara utama hingga jalur pergerakan massa, terkontrol dengan baik.
-
Ring Satu: Meliputi area inti di Silang Monas, tempat acara utama berlangsung. Di ring ini, fokus adalah pada kelancaran kegiatan, keamanan pembicara, dan ketersediaan fasilitas darurat.
-
Ring Dua dan Tiga: Mencakup jalan-jalan di sekitar Monas dan titik-titik vital lain seperti Stasiun Gambir, Harmoni, Sarinah, dan Tugu Tani. Di ring luar ini, pengerahan personel Polantas menjadi krusial.
Sebanyak 1.214 personel Polantas dikhususkan untuk pengaturan dan rekayasa lalu lintas di 67 titik strategis sekitar kawasan Monas. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, yang berarti penutupan atau pengalihan jalan akan dilakukan berdasarkan tingkat kepadatan massa di lapangan. Masyarakat diimbau keras untuk menghindari ruas jalan protokol sekitar Monas dan memilih jalur alternatif untuk mencegah kemacetan parah.
Fasilitas dan Logistik: Kantong Parkir hingga Kesiagaan Medis
Untuk melayani dan memfasilitasi peserta yang datang, Pemprov DKI Jakarta dan pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
- Kantong Parkir: Sebanyak 17 kantong parkir telah disiapkan di lokasi-lokasi terdekat, termasuk Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, dan kawasan Gedung Pertamina. Bus-bus yang membawa peserta dari luar kota akan diarahkan menuju Jalan Benyamin Sueb untuk menurunkan penumpang sebelum diarahkan ke tempat parkir yang telah ditentukan.
- Layanan Darurat: Personel gabungan juga mencakup tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI), unit Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tim-tim ini disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi insiden darurat, mulai dari penanganan medis ringan hingga potensi bencana.
- Selain pengamanan, pihak panitia dan Pemprov DKI juga menyiapkan fasilitas ibadah, seperti toilet dan tempat wudhu, mengingat rangkaian acara tahun ini akan dimulai pada sore hari dengan Shalat Magrib berjemaah, dilanjutkan dzikir, doa bersama, dan tausiyah.
Tema dan Harapan Panitia: Doa Bersama untuk Kemanusiaan
Reuni Akbar 212 kali ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Berbeda dari tahun sebelumnya yang identik dengan Shalat Subuh berjemaah, acara tahun ini diawali dengan ibadah petang.
Tema utama yang diangkat berfokus pada penguatan persatuan umat dan doa bersama. Sejumlah rangkaian acara juga akan diisi dengan doa dan Shalat Gaib untuk mendoakan korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Panitia juga menyebutkan adanya seruan dukungan terhadap Palestina sebagai bagian dari kegiatan tersebut.
Panitia penyelenggara, melalui Wakil Ketua Reuni 212, Buya Husein, menegaskan bahwa acara ini merupakan ajang penyampaian aspirasi dan doa secara sejuk dan damai. Peserta diimbau untuk tidak membawa ujaran kebencian atau provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dengan pengerahan lebih dari 2.500 personel gabungan, Jakarta memastikan bahwa kegiatan Reuni Akbar 212 dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan damai, menjadikannya sebuah agenda yang terlayani dan terawasi secara maksimal oleh negara.
