Jangan Asal Pilih Deterjen, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit

Jangan Asal Pilih Deterjen, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit

Jejak WaktuDi tengah beragam pilihan produk deterjen di pasaran, konsumen kerap tergoda harga murah dan klaim pembersihan maksimal. Padahal, tidak semua deterjen aman untuk kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau alergi. Pakar dermatologi menekankan bahwa penggunaan deterjen yang mengandung bahan kimia keras secara terus-menerus dapat menimbulkan iritasi, kemerahan, hingga eksim.

Menurut Dr. Wulan, spesialis kulit dan kelamin di Jakarta, “Banyak orang tidak menyadari bahwa residu deterjen yang menempel pada pakaian dapat menyebabkan kontak langsung dengan kulit, terutama di area yang sensitif seperti tangan, leher, dan lipatan kulit.”

Bahan Kimia Umum dalam Deterjen dan Dampaknya

Deterjen komersial biasanya mengandung surfaktan, pengharum, pemutih, dan zat tambahan lainnya. Meskipun efektif membersihkan noda, beberapa bahan kimia ini dapat merusak lapisan pelindung kulit.

  • Surfaktan kuat seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dapat menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan kulit kering dan mudah iritasi.
  • Pengharum sintetis sering memicu alergi dan ruam pada kulit sensitif.
  • Pemutih berbasis klorin bisa menyebabkan reaksi dermatitis, terutama bila pakaian tidak dibilas bersih.

Dr. Wulan menambahkan, “Orang yang sering mengalami gatal, kemerahan, atau rasa panas setelah mencuci pakaian perlu mempertimbangkan jenis deterjen yang digunakan. Pilih produk yang hypoallergenic dan bebas pewarna serta parfum sintetis.”

Kulit Sensitif dan Risiko Eksim

Bagi penderita kulit sensitif atau riwayat eksim, deterjen yang salah dapat memperparah kondisi. Gejala umum termasuk kemerahan, perih, kulit bersisik, hingga munculnya lecet kecil.

Sebuah penelitian di Journal of Dermatology menemukan bahwa sekitar 25% kasus dermatitis kontak terkait rumah tangga disebabkan oleh residu deterjen pada pakaian. Hal ini menandakan bahwa pilihan deterjen memiliki dampak langsung terhadap kualitas kesehatan kulit.

Tips Memilih Deterjen yang Aman untuk Kulit

Pakar dermatologi merekomendasikan beberapa langkah bagi konsumen agar terhindar dari risiko kulit:

  1. Pilih deterjen hypoallergenic: Produk ini dirancang untuk meminimalisir risiko alergi dan iritasi.
  2. Hindari pewangi dan pewarna sintetis: Bahan tambahan ini sering memicu reaksi kulit.
  3. Perhatikan label gentle atau untuk bayi: Biasanya mengandung bahan lebih lembut.
  4. Bilas pakaian hingga bersih: Residu deterjen yang tertinggal menjadi pemicu iritasi.
  5. Uji coba produk baru: Cobalah pada beberapa pakaian atau kulit tangan sebelum digunakan secara rutin.

Dr. Wulan menambahkan, “Penting juga untuk menyesuaikan jenis deterjen dengan jenis kulit. Kulit kering atau sensitif sebaiknya menghindari produk dengan surfaktan terlalu kuat.”

Alternatif Ramah Kulit dan Lingkungan

Selain deterjen komersial, kini banyak tersedia alternatif berbasis bahan alami seperti sabun cuci organik, deterjen bebas fosfat, dan powder laundry hypoallergenic. Produk-produk ini mengurangi risiko alergi sekaligus lebih ramah lingkungan.

Penggunaan baking soda atau cuka putih sebagai tambahan bilasan dapat membantu mengurangi residu deterjen dan menjaga kelembutan kain, sehingga kulit lebih nyaman dan aman dari iritasi.

Peran Edukasi Konsumen

Ahli kesehatan menekankan pentingnya edukasi konsumen tentang kandungan deterjen. Banyak orang tidak membaca label dan hanya tergiur oleh harga murah atau klaim wangi tahan lama. Padahal, efek jangka panjang pada kulit bisa signifikan, terutama bagi anak-anak dan orang tua.

Kementerian Kesehatan dan asosiasi dermatologi lokal mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih deterjen, terutama untuk anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi kulit.

Pilih Deterjen dengan Bijak

Deterjen memang penting untuk menjaga kebersihan pakaian, namun penggunaannya tidak boleh mengabaikan kesehatan kulit. Memilih produk yang tepat, membilas pakaian dengan bersih, dan menghindari bahan kimia keras adalah langkah sederhana namun krusial.

Dengan kesadaran konsumen yang meningkat, risiko iritasi, alergi, dan eksim dapat diminimalisir. Bagi keluarga dengan kulit sensitif atau anak-anak, langkah ini bahkan bisa mencegah masalah kulit kronis.

Sehingga, jangan asal pilih deterjen. Kesehatan kulit dimulai dari hal sederhana seperti pakaian yang dicuci dengan aman dan ramah bagi kulit.