Peringatan HKN Ke-61, Gubernur Herman Deru luncurkan Sumsel Health Tourism 2026

Peringatan HKN Ke-61, Gubernur Herman Deru luncurkan Sumsel Health Tourism 2026

Jejak Waktu — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menegaskan komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Peringatan yang berlangsung di Palembang ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, jajaran pejabat Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta perwakilan fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh provinsi.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam sektor kesehatan. Ia menyebutkan bahwa HKN bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi juga momen untuk mengevaluasi capaian dan merencanakan langkah strategis untuk layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Canangkan Sumsel Health Tourism 2026

Dalam peringatan HKN kali ini, Gubernur Herman Deru secara resmi mencanangkan program Sumsel Health Tourism 2026. Program ini bertujuan mempromosikan Sumatera Selatan sebagai destinasi kesehatan nasional dan regional, sekaligus mendorong pengembangan fasilitas kesehatan unggulan yang dapat menarik pasien dari berbagai daerah.

Sumsel Health Tourism 2026 akan menitikberatkan pada pelayanan kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan terjangkau, dengan dukungan teknologi medis modern. Gubernur menjelaskan bahwa program ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan ekonomi lokal melalui pariwisata kesehatan, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien tetapi juga membuka peluang bisnis dan lapangan kerja di sektor pendukung.

Fasilitas Kesehatan Tonjolkan Keunggulan

Dalam acara tersebut, sejumlah fasilitas kesehatan menampilkan keunggulan masing-masing, mulai dari layanan unggulan medis, fasilitas rawat inap modern, hingga inovasi telemedis. Beberapa rumah sakit memamerkan teknologi canggih seperti alat diagnostik terbaru, laboratorium digital, serta pelayanan kesehatan berbasis digital yang mempermudah pasien.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Palembang menyatakan bahwa partisipasi dalam program Sumsel Health Tourism menjadi motivasi bagi faskes untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sehingga pasien merasa nyaman dan aman saat menjalani perawatan. Layanan unggulan yang ditonjolkan juga diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan medis dari luar provinsi.

Kolaborasi Antara Pemerintah dan Swasta

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan sektor swasta. Pemerintah berperan dalam regulasi, pengawasan, dan promosi, sementara faskes dan pelaku industri kesehatan swasta berkontribusi dalam menyediakan layanan berkualitas tinggi dan fasilitas penunjang.

Gubernur Herman Deru menambahkan bahwa kolaborasi ini penting agar Sumsel Health Tourism dapat berjalan optimal. Dukungan infrastruktur, transportasi, dan akomodasi juga menjadi faktor penentu keberhasilan program, sehingga pasien yang datang dari luar daerah mendapatkan pengalaman yang nyaman dan memuaskan.

Peningkatan Kualitas SDM Kesehatan

Selain fasilitas dan layanan, program Sumsel Health Tourism juga menekankan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Tenaga medis diberikan pelatihan intensif dalam penggunaan teknologi medis modern, manajemen pelayanan pasien, hingga kemampuan berkomunikasi dengan pasien dari berbagai latar belakang.

Pelatihan ini dianggap penting agar tenaga kesehatan tidak hanya profesional dalam keahlian medis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan prima yang sesuai standar internasional. Kualitas SDM yang unggul menjadi kunci bagi kesuksesan Sumsel Health Tourism 2026 dalam menarik wisatawan medis.

Digitalisasi Layanan Kesehatan

Sejalan dengan tren global, Sumsel Health Tourism juga akan memanfaatkan digitalisasi layanan kesehatan. Faskes dituntut untuk menyediakan layanan berbasis aplikasi dan telemedis, sehingga pasien dapat melakukan konsultasi jarak jauh, pendaftaran online, hingga pembayaran digital.

Digitalisasi ini mempermudah pasien dan mempercepat proses layanan, sekaligus mendukung pencatatan data kesehatan yang lebih akurat. Dengan teknologi, pasien yang datang dari luar daerah dapat merencanakan kunjungan lebih efisien, sementara faskes dapat memberikan pelayanan lebih optimal.

Optimisme Terhadap Potensi Ekonomi dan Pariwisata

Gubernur Herman Deru optimis bahwa program Sumsel Health Tourism 2026 tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi lokal. Wisatawan medis akan menggunakan berbagai layanan tambahan seperti akomodasi, kuliner, dan transportasi, sehingga memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

Menurut analis ekonomi, pariwisata kesehatan memiliki potensi besar untuk menambah pendapatan daerah. Dengan fasilitas kesehatan yang unggul dan promosi yang tepat, Sumsel dapat menjadi salah satu destinasi kesehatan pilihan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Tantangan dan Strategi Keberlanjutan

Meski memiliki potensi besar, pengembangan pariwisata kesehatan juga menghadapi tantangan, antara lain kebutuhan investasi tinggi, standar pelayanan internasional, dan promosi yang efektif. Pemerintah Sumsel menekankan pentingnya strategi jangka panjang, termasuk regulasi yang mendukung, pelatihan SDM, serta kerja sama dengan lembaga kesehatan internasional.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa keberlanjutan program akan dijaga melalui evaluasi rutin, inovasi berkelanjutan, dan monitoring kualitas layanan faskes. Hal ini penting agar program Sumsel Health Tourism tetap menarik dan kompetitif.

Sumsel Menuju Destinasi Kesehatan Unggul

Peringatan HKN ke-61 sekaligus menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk meluncurkan program Sumsel Health Tourism 2026. Dengan fasilitas kesehatan yang menonjolkan keunggulan, SDM terlatih, dan layanan berbasis teknologi, provinsi ini siap menjadi destinasi kesehatan unggul yang menggabungkan pelayanan medis berkualitas dan pariwisata yang menarik.

Gubernur Herman Deru menekankan bahwa komitmen ini bukan hanya untuk menarik wisatawan medis, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui layanan kesehatan yang lebih baik. Sumsel diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan kesehatan, teknologi, dan pariwisata secara berkelanjutan.