Jejak Waktu — Pagi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menetapkan status siaga 3 untuk Pos Pantau Pesanggrahan dan Sunter Hulu. Keputusan ini diambil setelah hujan deras yang mengguyur Jakarta dalam 24 jam terakhir meningkatkan ketinggian muka air sungai di wilayah selatan dan utara ibu kota.
Kepala BPBD DKI, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa masyarakat di sepanjang bantaran sungai di kedua pos pantau diminta tetap waspada, terutama warga yang tinggal di pemukiman rawan banjir, serta mengantisipasi kemungkinan genangan yang dapat mengganggu aktivitas pagi ini.
Tingkat Kesiagaan Pos Pantau
Status siaga 3 menandakan bahwa potensi banjir cukup tinggi dan tim tanggap darurat siap 24 jam untuk merespons kondisi darurat. Di Pos Pantau Pesanggrahan, tim BPBD dilaporkan menyiagakan perahu karet, pompa air, dan alat komunikasi untuk mengantisipasi genangan mendadak. Sementara di Sunter Hulu, petugas juga menyiapkan peralatan pompa dan posko darurat untuk membantu evakuasi bila dibutuhkan.
BPBD menekankan bahwa status siaga ini belum sampai pada evakuasi massal, namun kesiagaan warga dan aparat di lapangan menjadi prioritas utama untuk mencegah risiko korban dan kerusakan lebih besar.
Ketinggian Air dan Perkiraan Banjir
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Manajemen Banjir DKI, ketinggian air Sungai Pesanggrahan pagi ini mencapai 3,25 meter, sementara Sungai Sunter Hulu berada pada 2,85 meter, meningkat signifikan dibanding posisi normal. Curah hujan yang tinggi, terutama pada malam hingga dini hari, menjadi pemicu utama peningkatan muka air.
Petugas BPBD memperkirakan, bila hujan terus mengguyur, potensi genangan di beberapa titik rendah seperti Kebayoran Lama, Pondok Pinang, dan daerah sekitar Sunter dapat meningkat hingga 50–60 sentimeter. Masyarakat diimbau untuk mengamankan peralatan penting, kendaraan, dan stok kebutuhan dasar bila sewaktu-waktu banjir datang.
Langkah Antisipasi Warga dan Aparat
BPBD DKI bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi:
- Pembersihan saluran air agar aliran sungai dan drainase tidak tersumbat.
- Pemasangan papan peringatan di titik rawan banjir.
- Koordinasi dengan RT/RW setempat untuk memantau situasi genangan.
- Penyebaran informasi melalui media sosial dan SMS kepada warga untuk waspada.
Selain itu, warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena sumbatan di saluran drainase dapat memperparah genangan saat hujan deras.
Cuaca dan Prediksi Hujan Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lokal dan hujan sedang masih terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta hingga siang nanti, dengan intensitas 20–50 mm per jam. Hujan disertai angin kencang diperkirakan akan menambah risiko genangan di titik rendah dan pohon tumbang akibat angin.
BMKG juga memperingatkan bahwa sebagian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara berpotensi terkena hujan lebat dengan durasi lebih dari 2 jam, sehingga warga diminta mengantisipasi banjir dan kondisi darurat.
Koordinasi Antarlembaga
BPBD DKI bekerja sama dengan Suku Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya untuk memastikan lalu lintas tidak terganggu di jalur rawan banjir. Petugas lalu lintas diposisikan di Jalan Pesanggrahan, Jalan Sunter Raya, dan beberapa titik genangan rawan macet, guna membantu kelancaran arus kendaraan dan mengantisipasi kemacetan parah akibat genangan.
Selain itu, posko darurat siaga 3 menyiapkan tim medis, ambulans, dan perahu karet untuk membantu evakuasi warga bila genangan meningkat mendadak.
Peringatan untuk Warga dan Aktivitas Pagi
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan diminta:
- Menghindari aktivitas di bantaran sungai.
- Tidak mencoba menyeberangi genangan air lebih dari 30 cm.
- Menyimpan dokumen penting dan perlengkapan elektronik di tempat aman.
BPBD juga menyarankan warga untuk mengikuti informasi resmi melalui aplikasi BPBD, radio, televisi, dan media sosial agar mendapatkan update terkini tentang kondisi banjir dan status siaga di pos pantau.
Kesiapan Pemda dan Dukungan Infrastruktur
Pemerintah daerah DKI Jakarta menegaskan bahwa infrastruktur seperti pintu air, pompa, dan tanggul siap beroperasi untuk menekan risiko banjir. Pengerukan sungai dan normalisasi saluran air juga terus dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air hujan ke sungai besar dan kanal-kanal penahan.
Selain itu, Pemprov DKI meminta kerja sama warga agar tetap memantau kondisi drainase di lingkungan sekitar dan melaporkan bila ada sumbatan atau potensi genangan yang membahayakan.
Kewaspadaan Masih Tinggi
Dengan status siaga 3 di Pos Pantau Pesanggrahan dan Sunter Hulu, warga Jakarta diimbau tetap waspada dan disiplin memantau informasi resmi. Meski belum sampai pada evakuasi massal, kesiagaan warga, aparat, dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci mencegah dampak banjir lebih besar.
Pagi ini menjadi pengingat bahwa kesadaran dan antisipasi dini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir. BPBD dan pemprov menekankan, langkah cepat dalam menanggapi hujan lebat dapat meminimalkan kerugian harta benda dan risiko keselamatan warga.
