Jejak Waktu — Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bekasi kini mulai menekuni dunia quantum computing, sebuah teknologi yang dianggap sebagai masa depan komputasi global. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang teknologi tinggi dan digitalisasi, sekaligus persiapan mereka menghadapi tuntutan industri teknologi masa depan.
Quantum computing menawarkan kemampuan komputasi yang jauh lebih cepat dibanding komputer konvensional. Dengan memanfaatkan prinsip superposisi dan entanglement pada qubit, teknologi ini mampu memecahkan masalah yang sebelumnya memerlukan waktu bertahun-tahun dalam hitungan detik.
Workshop dan Pelatihan Bersama Pakar
UBSI Bekasi menggelar serangkaian workshop dan pelatihan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan, khususnya Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komputer. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada dasar teori quantum computing, algoritma kuantum, dan simulasi eksperimen melalui platform cloud.
Pakar teknologi dari industri dan akademisi hadir untuk memberikan penjelasan mendalam. Materi yang disampaikan mencakup:
- Prinsip dasar qubit dan superposisi.
- Algoritma kuantum seperti Grover dan Shor.
- Penerapan quantum computing dalam kriptografi, optimasi, dan penelitian ilmiah.
- Simulasi praktis menggunakan platform IBM Quantum Experience dan Microsoft Quantum Development Kit.
Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis sekaligus teori, sehingga mahasiswa dapat memahami konsep kompleks dalam konteks nyata.
Menyongsong Era Teknologi Masa Depan
Quantum computing diprediksi akan menjadi teknologi revolusioner yang mengubah industri, mulai dari keuangan, kesehatan, logistik, hingga keamanan siber. UBSI Kampus Bekasi menekankan pentingnya mahasiswa menguasai teknologi ini sejak dini agar siap bersaing di pasar kerja global.
Rektor UBSI dalam sambutannya menegaskan, “Mahasiswa harus memahami dan menguasai teknologi masa depan. Quantum computing bukan hanya teori, tetapi peluang nyata untuk inovasi dan kontribusi teknologi Indonesia di tingkat global.”
Tantangan dan Peluang Mahasiswa
Teknologi quantum computing masih relatif baru, sehingga mahasiswa menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
- Kompleksitas teori fisika kuantum yang menjadi dasar algoritma.
- Keterbatasan perangkat kuantum fisik di Indonesia.
- Kurangnya sumber belajar dalam bahasa lokal yang mudah dipahami.
Namun, tantangan ini justru membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi pionir teknologi kuantum di Indonesia, baik melalui riset akademik, proyek inovatif, maupun pengembangan aplikasi kuantum untuk industri lokal.
Penerapan Quantum Computing dalam Kehidupan Nyata
Mahasiswa UBSI Bekasi juga mempelajari berbagai aplikasi nyata dari quantum computing, antara lain:
- Optimasi Logistik – Menentukan rute distribusi barang paling efisien dalam waktu singkat.
- Keamanan Siber – Memecahkan sistem enkripsi kompleks dan meningkatkan keamanan data digital.
- Kecerdasan Buatan (AI) – Mempercepat proses machine learning dan analisis data besar.
- Penelitian Obat dan Material Baru – Simulasi molekul untuk menemukan obat atau material inovatif lebih cepat.
Pemahaman ini membuat mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat potensi nyata quantum computing untuk menyelesaikan masalah dunia.
Kolaborasi dengan Industri
UBSI Kampus Bekasi juga membuka peluang kolaborasi dengan industri teknologi untuk memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa. Beberapa perusahaan startup dan perusahaan teknologi besar menyediakan mentorship, proyek riset, dan internship dalam bidang quantum computing.
Kolaborasi ini memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks profesional, sekaligus memperluas jaringan dan kesiapan karier mereka.
Quantum Computing Sebagai Kompetensi Masa Depan
Penguasaan quantum computing kini menjadi salah satu kompetensi strategis yang dicari oleh industri teknologi. UBSI Kampus Bekasi menekankan bahwa mahasiswa yang menguasai bidang ini memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan 5.0.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan proyek inovatif, mulai dari aplikasi simulasi kuantum, pengembangan algoritma baru, hingga kontribusi dalam penelitian ilmiah yang berdampak luas.
Kegiatan quantum computing di UBSI Kampus Bekasi memberikan mahasiswa kesempatan langka untuk menyelami teknologi masa depan secara langsung. Melalui workshop, pelatihan praktis, dan kolaborasi dengan industri, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang prinsip kuantum, algoritma, serta penerapannya di berbagai sektor.
Langkah ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan dan peluang di era teknologi tinggi. Dengan penguasaan quantum computing, mahasiswa UBSI Bekasi memiliki bekal kompetitif untuk inovasi, riset, dan karier global, menjadikan mereka bagian dari transformasi digital dunia di masa depan.
