Jejak Waktu — Kebakaran hebat melanda sebuah gedung bertingkat di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin malam. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 20.30 WIB dan dengan cepat menyebar ke beberapa lantai gedung. Berdasarkan informasi dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, tim pemadam segera diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api dan mengevakuasi penghuni gedung.
Saksi mata menyebutkan, asap tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari beberapa kilometer. Suara sirine ambulans dan pemadam kebakaran terdengar nyaring, sementara warga sekitar berupaya membantu proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, 7 orang dikabarkan meninggal dunia akibat kebakaran. Beberapa korban ditemukan terjebak di lantai atas gedung. Selain itu, sejumlah orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Pihak kepolisian bersama tim medis masih melakukan identifikasi korban dan memberikan informasi kepada keluarga masing-masing. Sementara itu, petugas pemadam terus memantau gedung untuk mencegah kobaran api kembali menyala.
Tim pemadam kebakaran menggunakan 20 unit mobil pemadam dan peralatan hidrolik untuk memadamkan api. Petugas juga memanfaatkan tangga tinggi dan alat pemadam otomatis untuk menjangkau lantai atas gedung yang terinfeksi api.
“Ada tujuh korban, belum selesai (penyisiran) saya juga masih menuju TKP (tempat kejadian perkara),” kata Roby.
Evakuasi penghuni berjalan dramatis karena beberapa orang terjebak di balkon dan harus diselamatkan dengan tali pengaman. Warga setempat juga membantu membawa korban dan memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis tiba.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Jakarta menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik di salah satu unit lantai bawah, namun investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti.
Baca juga : Generasi Muda Diminta Bijak Manfaatkan Teknologi
Kepolisian menyatakan bahwa mereka akan memeriksa CCTV gedung, saksi mata, dan saksi penghuni untuk mendapatkan kronologi yang akurat. Sementara itu, pemilik gedung diminta untuk memberikan dokumen kelistrikan dan sistem keamanan gedung.
Kebakaran menyebabkan asap pekat dan bau menyengat yang menyebar ke sekitar gedung, membuat aktivitas warga di lingkungan Cempaka Putih terganggu. Beberapa jalan utama sempat ditutup untuk memudahkan mobilitas pemadam kebakaran dan ambulans.
Selain itu, kebakaran ini berdampak pada ratusan warga yang harus mengungsi sementara dari gedung dan sekitarnya. Pemerintah setempat menyediakan tenda darurat dan bantuan logistik bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Wali Kota Jakarta Pusat langsung meninjau lokasi dan memberikan arahan agar proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat dan aman. Pemerintah kota juga berjanji akan membantu korban dengan memberikan dukungan psikologis dan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, serta tempat tinggal sementara.
Pihak kepolisian menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan kelalaian dalam pengelolaan gedung atau instalasi listrik yang menjadi penyebab kebakaran. Hal ini sebagai upaya mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kebakaran di Cempaka Putih menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pengelola gedung terkait pentingnya sistem keamanan dan kesiapsiagaan bencana. Tim pemadam menekankan pentingnya:
- Pemasangan alarm kebakaran dan pemadam api ringan (APAR) di setiap lantai.
- Latihan evakuasi rutin bagi penghuni gedung.
- Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah korsleting.
- Peningkatan koordinasi dengan petugas tanggap darurat dan rumah sakit terdekat.
Kebakaran hebat di gedung Cempaka Putih menelan korban jiwa dan memicu kepanikan di masyarakat. Hingga kini, 7 orang dilaporkan meninggal dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Tim pemadam masih memantau lokasi untuk memastikan api benar-benar padam, sementara penyelidikan penyebab kebakaran terus berlangsung.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengelola gedung dan masyarakat luas mengenai pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan sistem proteksi kebakaran. Pemerintah setempat berkomitmen untuk membantu korban dan mencegah kejadian serupa agar tidak terulang di masa mendatang.
