Strategi Intraco Penta Pacu Bisnis 2026 Lewat Finance Sales Rental dan Capex

Strategi Intraco Penta Pacu Bisnis 2026 Lewat Finance Sales Rental dan Capex

Jejak Waktu PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan penyedia solusi alat berat dan layanan pendukung industri, kembali menegaskan arah strategis perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis hingga 2026. Di tengah kondisi industri yang terus berubah, mulai dari fluktuasi harga komoditas, percepatan digitalisasi, hingga peningkatan kebutuhan pelanggan, manajemen INTA menempatkan empat pilar utama sebagai fondasi pertumbuhan: finance, sales, rental, dan capex.

Keempat pilar tersebut tidak hanya menjadi arah strategis jangka pendek, tetapi juga ditetapkan sebagai landasan jangka menengah guna memastikan perusahaan tetap kompetitif dan adaptif. Intraco Penta yakin bahwa roadmap bisnis yang terukur dan diperkuat oleh diversifikasi layanan akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pendapatan, memperluas market share, serta meningkatkan profitabilitas.

Penguatan Finance: Kendali Arus Kas dan Efisiensi Operasional

Pilar pertama yang menjadi fokus adalah penguatan aspek finansial. Manajemen INTA menyadari bahwa kondisi pasar yang kompetitif membutuhkan struktur keuangan yang lebih sehat. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat cash flow management, mengoptimalkan penggunaan modal kerja, serta melakukan peninjauan ulang terhadap biaya-biaya operasional.

Langkah efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan kualitas layanan. Justru, efisiensi diarahkan pada otomasi proses, digitalisasi pelaporan, serta pemangkasan prosedur internal yang dianggap tidak lagi relevan. Dengan struktur finansial yang lebih ringan, perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengambil peluang investasi dan ekspansi bisnis baru di tahun 2025–2026.

Selain itu, INTA menegaskan pentingnya kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses pendanaan jangka panjang. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mendapatkan ruang yang lebih besar dalam pembiayaan proyek berskala besar, khususnya untuk sektor infrastruktur, pertambangan, dan konstruksi.

Dorong Penjualan (Sales) dengan Produk dan Layanan Lebih Kompetitif

Pilar kedua berkaitan dengan peningkatan performa penjualan. Intraco Penta menyusun strategi agresif untuk memperluas portofolio pelanggan melalui pendekatan yang lebih personal, peningkatan layanan purna jual, serta penguatan jaringan distribusi di berbagai wilayah strategis.

Penjualan alat berat masih menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Namun, INTA juga memaksimalkan potensi recurring revenue dengan memperkuat layanan after-sales dan penyediaan suku cadang. Program baru seperti paket layanan perawatan berkala, sistem monitoring kondisi alat secara real-time, hingga fitur konsultasi teknis menjadi nilai tambah bagi pelanggan.

Selain itu, perusahaan memperluas upaya penetrasi di sektor-sektor yang kini bertumbuh seperti energi terbarukan, logistik, dan agrikultur. Dengan strategi tersebut, INTA berharap dapat memperbesar basis pelanggan dan meningkatkan stabilitas pendapatan, terutama saat pasar komoditas sedang mengalami fluktuasi.

Bisnis Rental Semakin Menjadi Primadona

Salah satu fokus utama dalam roadmap 2025–2026 adalah memperkuat bisnis rental alat berat. Kebutuhan pelanggan yang semakin mengarah pada cost efficiency membuat layanan rental menjadi pilihan favorit bagi banyak perusahaan di sektor pertambangan, konstruksi, hingga perkebunan.

Melihat tren tersebut, Intraco Penta melakukan ekspansi armada rental dan menambah jenis unit yang tersedia. Tidak hanya alat berat standar seperti excavator dan loader, perusahaan juga menambah armada alat penunjang seperti crane, generator, dan light vehicle.

Model bisnis rental memberikan dua keuntungan bagi INTA:

  1. Pendapatan berulang lebih stabil, karena kontrak rental berlangsung dalam periode bulanan hingga tahunan.
  2. Risiko investasi pelanggan lebih rendah, sehingga meningkatkan permintaan terutama di periode ketidakpastian ekonomi.

Untuk memperkuat bisnis rental, INTA juga mengembangkan sistem digital monitoring guna memastikan performa alat tetap optimal, mengurangi downtime, serta meningkatkan efisiensi perawatan.

Capex Terukur untuk Perluas Kapabilitas Perusahaan

Pilar keempat adalah capital expenditure (capex) atau belanja modal. Intraco Penta mengambil pendekatan yang lebih selektif dan terarah dalam penggunaan capex. Fokus utama dialokasikan pada:

  • Pembaruan armada rental
  • Digitalisasi sistem operasional
  • Pengembangan pusat layanan dan workshop
  • Peningkatan kapasitas logistik dan gudang

Dengan manajemen capex yang terukur, perusahaan memastikan bahwa investasi yang dikeluarkan langsung berdampak pada peningkatan layanan dan diferensiasi bisnis. Ekspansi fasilitas servis di beberapa kota juga menjadi prioritas guna mempercepat layanan purna jual dan membantu pelanggan mengurangi downtime alat.

Adaptasi Digital Jadi Kunci Transformasi

Selain empat pilar utama, Intraco Penta menyadari bahwa digitalisasi merupakan elemen penting untuk mempertahankan daya saing. Karena itu, perusahaan memperkuat sistem internal seperti:

  • digital workflow management
  • IoT untuk monitoring alat
  • aplikasi layanan pelanggan
  • dashboard analitik untuk pengambilan keputusan

Transformasi digital ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses, serta meminimalkan potensi kesalahan operasional.

Optimisme Menuju 2026

Dengan empat pilar strategis tersebut, Intraco Penta menaruh optimisme tinggi terhadap prospek bisnis hingga 2026. Keseimbangan antara penguatan finansial, percepatan penjualan, perluasan bisnis rental, serta penggunaan capex yang terukur diyakini menjadi fondasi kuat untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Perusahaan menargetkan peningkatan kinerja secara bertahap pada 2025 dan lonjakan pertumbuhan signifikan pada 2026, sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi nasional dan meningkatnya kebutuhan alat berat di berbagai sektor.

Intraco Penta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi inovatif, layanan terbaik, dan profesionalisme yang dapat menjawab tantangan industri yang semakin kompleks. Dengan fondasi yang kuat, perusahaan optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai pemain utama layanan alat berat di Indonesia.